Pertunjukan Julang Ngapak di Taman Burung TMII Edukasi Pengunjung tentang Burung Langka Indonesia
Jakarta — Taman Burung Jagat Satwa Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menghadirkan pertunjukan edukatif bertajuk "Julang Ngapak" yang menampilkan burung Julang Emas, salah satu spesies burung langka Indonesia. Pertunjukan ini berlangsung setiap hari dari pukul 10.00 hingga 12.30 WIB di area pintu keluar Aviary Greater Sunda.
Dalam pertunjukan ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan dan keunikan burung Julang Emas, yang dikenal dengan paruh panjang dan warna bulu yang mencolok. Selain itu, pengunjung juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan burung tersebut, sehingga menambah pengalaman edukatif dan rekreatif selama kunjungan.
Pertunjukan "Julang Ngapak" merupakan bagian dari upaya Taman Burung TMII dalam mengedukasi masyarakat tentang keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya burung-burung endemik yang terancam punah. Dengan menghadirkan pertunjukan ini, diharapkan pengunjung dapat lebih memahami pentingnya konservasi dan pelestarian satwa liar di Indonesia.
Taman Burung TMII sendiri telah mengalami revitalisasi dan kini dikenal sebagai Jagat Satwa Nusantara. Kawasan ini dibagi menjadi tiga zona utama berdasarkan persebaran burung di Indonesia, yaitu Sunda Besar, Wallacea-Sahul, dan area khusus burung pemangsa. Selain "Julang Ngapak", terdapat pula pertunjukan menarik lainnya seperti "Parrot of The East", "Plaza Kekekow", dan "Pelican Feeding".
Seluruh pertunjukan di Taman Burung TMII dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung, kecuali untuk "Raptor Experience" dan "Pelican Feeding" yang dikenakan biaya tambahan. Taman Burung TMII buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, dan pada akhir pekan serta hari libur nasional buka dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.
Dengan berbagai pertunjukan edukatif dan fasilitas yang tersedia, Taman Burung TMII menjadi destinasi wisata yang cocok untuk keluarga dan pecinta satwa yang ingin mengenal lebih dekat keanekaragaman burung di Indonesia.
Teks: Okky Tri Nugroho
Komentar
Posting Komentar